Perbedaan Procedural Oriented Programming (POP) dan Object Oriented Programming (OOP)

Procedural Oriented Programming (POP) dan Object Oriented Programming) adalah dua teknik dalam pengembangan aplikasi.
POP(Procedural Oriented Programming)
Pada pemrograman tradisional atau procedural (disebut process oriented mode), semua data dan kode  digabung menjadi satu bagian dalam satu program. Untuk program-program sederhana yang hanya membutuhkan beberapa buah baris kode, penggunaan model ini tentu tidak begitu menjadi masalah. Permasalahan akan timbul pada saat program tersebut berkembang ke arah yang lebih besar dan kompleks, yang mungkin membutuhkan ratusan atau bahkan ribuan baris kode.
  • Metode pemrograman ini memecah program menjadi beberapa fungsi dan modul.
  • Tidak ada hubungan antara fungsi dan data, Fungsi tidak dapat membatasi akses terhadap data yang global.
  • Data lokal tersembunyi dalam fungsi dan digunakan secara eklusif oleh fungsi tersebut, tetapi pada saat dua fungsi mengakses data yang sama, maka data tersebut harus dibuat.
  • Dalam program yang besar, terdapat banyak fungsi dan data global, sehingga timbul masalah:
    • Struktur program rumit.
    • Program sulit dimodifikasi, karena perubahan pada data global dapat menyebabkan penulisan program diulang kembali.
  • Pemrograman terstruktur menggunakan teorema terstruktur:
    • Sequence (berurutan).
    • Selection (pemilihan).
    • Repetition (pengulangan).

OOP  (Object Oriented Programming)

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa kerugian membuat program dengen POP adalah masalah yang sering timbul jika kompleksitas program membengkak seiring dengan waktu.
Object Oriented Programming atau pemrograman berorientasi objek atau OOP merupakan paradigma pemrograman yang berorientasikan kepada objek. Semua data dan fungsi didalam paradigma ini dibungkus dalam kelas-kelas atau objek-objek. Bandingkan dengan logika pemrograman terstruktur, setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya.
  • Gagasan dasar dari OOP adalah menggabungkan data dengan fungsi menjadi satu kesatuan yang utuh.
  • Karakteristik utama dari OOP adalah:
    • Encapsulation (Encapsulation adalah pengemasan data dan fungsi dalam satu wadah bernama obyek)
    • Inheritance.yaitu sifat dari OOP yang dimungkinkan menurunkan sifat-sifat dari suatu kelas pada kelas yang lain.
    • Polymorphism. yaitu suatu konsep yang menyatakan bahwa sesuatu yang sama dapat mempunyai berbagai bentuk dan perilaku yang berbeda.
Secara singkat dapat disimpulkan bahwa OOP ini mempunyai keunggulan yang mengarahkan kita bahwa saat membuat program gunakanlah konsep OOP.
Berikut perbandingan contoh penulisan program procedural dan OOP dalam bahasa PHP.
Contoh Procedural Programming.
$nilai= 60;
if($nilai>= 85 && $nilai<=100)
    echo "A";
elseif($nilai<85 && $nilai>=70)
    echo "B";
elseif($nilai<70 && $nilai>=55)
    echo "C";
elseif($nilai<55)
    echo "D";

Contoh Program OOP Sederhana

Class Nilai{
     
       protected $cek_nilai;
       public function setNilai($nilai){              
        if($nilai>= 85 && $nilai<=100) $this->cek_nilai = "A";
        elseif($nilai<85 && $nilai>=70)
           $this->cek_nilai = "B";
        elseif($nilai<70 && $nilai>=55)
            $this->cek_nilai = "C";
        elseif($nilai<55) $this->cek_nilai = "D";
       }
      public function getNilai(){              
          return $this->ce_nilai;
      }
}
$obj = new Nilai;
$obj->setNilai(60);
echo $obj->getNilai();

Demikian tulisan saya kali ini mengenai perbandingan OOP dan POP. Semoga tulisan yang saya tulis bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Skip to toolbar