demam

Tepar di tahun baru, (Hargailah kesehatanmu)

Tahun baru 2017 saya awali dengan sedikit musibah, dimana di saat orang bersukaria menyambut tahun baru 2017 dengan gegap gempita, saya hanya bisa berdiam di rumah di bawah selimut dengan panas tubuh yang menghampiri seluruh tubuh. Bukan tanpa alasan saya bisa terkapar di malam tahun baru 2017, dimana ini adalah akibat dari menumpuknya kerjaan di 3 hari sebelum tahun baru. Kerjaan tidak dapat dihindarkan sementara waktu yang sama-sama hanya memiliki 24 jam yang dimana harus saya bagi dengan beristirahat, saya habiskan 22 jam untuk bekerja dan 2 jam untuk tidur. Dan tubuh pun melakukan respon mengingatkan kepada saya bahwa tindakan saya akan membahayakan saya. Sakit panas pun tidak dapat saya tahan, tapi saya bersyukur jika ketika sakit masih ada respon dengan tubuh jadi panas itu artinya sistem imun saya masih bekerja, dan saya khawatir jika sakit tapi tidak panas, itu tandanya ada yang salah dengan sistem imun kita.

Dan dimulai dari tgl 30 Desember 2016, panas itu pun mulai saya rasakan dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tindakan dengan mengkonsultasikan ke dokter pun saya ambil, dan puskesmas terdekat menjadi pilihan saya, karena disana terdapat dokter umum nya. setelah hampir setengah jam mengantri dokter pun memeriksa dan menyatakan darah saya rendah, akibat kurang istirahat, menganjurkan banyak makan dan istirahat, dan obat pun diberikan. Satu hari saya minum obatnya dan panas pun tidak kunjung turun, puncak nya dimalam tahun baru panas itu pun memuncak berbarengan dengan puncak tahun baru, suara kembang api seperti menjadi anomali dengan keadaan tubuh saya. suara kembang api membuat kuping yang ingin mendengar suara sunyi dan tubuh yang ingin istirahat menjadi terganggu, akhirnya sampai jam 3 pagi saya ta kunjung tertidur, sampai akhirnya jam setengan 4 baru bisa memjamkan mata sampai pukul 5.

Pagi hari panas itu pun tak kunjung turun dan diperparah dengan keluarnya darah dari hidung menambah panik pikiran ini, ada apa dengan tubuh saya. saya kembali teringat pengalaman saya ketika 2008 yang terkena demam berdarah yang memaksa saya dirawat 5 hari, dan saya tidak mau kejadian kelam itu terulang kembali. untuk memastikan apa yang terjadi pada tubuh saya, ditengan kondisi yang semakin parah saya pun memaksakan diri memeriksa darah saya ke rumah sakit terdekat. Dengan tubuh panas perasaan tak karuan saya paksakan bawa mobil dan darah pun tak kunjung berhenti keluar dari hidung. Dengan didampingi istri dan anak saya yang masih bayi saya menuju rumah sakit terdekat yang kebetulan ada saudara yang bekerja disana sehingga sedikit dipermudah dalam mengurusi administrasi nya. Saya pun masuk IGD dan dokter langsung memberikan rujukan untuk test darah. Setelah menunggu sekitar 15 menit hasil cek darah pun keluar dan Alhamdulillah hasil nya tidak menunjukan indikasi DB dan saya diperbolehkan pulang dengan diberi obat, dan diharuskan kontrol.

Sepulang nya dari rumah sakit panas itu pun masih tidak kunjung turun. Tapi naluri saya mengisyaratkan ini bakal sembuh, ditambah info dari bibi yang merupakan praktisi kesehatan menganjurkan banyak makan buah, saya pun membeli beberapa buah-buahan dan langsung memakannya, waktu itu saya membeli semangka yang lumayan besar dan langsung menghabiskan setengahnya. Dan hasil nya kini panas sudah turun dan membawa pikiran positif bahwa saya bakal sembuh. Dan dengan makan yang cukup dan istirahat yang cukup kini saya bisa kembali merasakan segar nya tubuh.

Pesan dari sakit saya kali ini adalah hargailah tubuh kamu, jangan porsis dengan beban yang melebihi kekuatan tubuh kamu, karena tubuh kamu bukan mesin. Jika sakti datang semua akan sia-sia, semua yang dijadwalkan akan batal, semua deathline yang mestinya beres akan molor dan banyak lagi. Jaga terus kesehatan anda. salama dthan.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *